Toad Jumping Up and Down

Sabtu, 11 Mei 2013

Kingdom Animalia : Arthropoda



ARTHROPODA

A.   PENGERTIAN

Arthropoda berasal dari kata arthros yang berarti sendi atau ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas. Dilihat dari jumlah spesies ataupun jumlah individunya, Arthropoda merupakan kelompok hewan yang mempunyai jumlah paling besar. Kelompok hewan ini dapat ditemukan hampir di semua habitat, yaitu di air, di darat, maupun di tanah. Diperkirakan bahwa terdapat sekitar 1.000.000 jenis Arthropoda yang berarti 75% dari spesies hewan yang ada di Bumi merupakan Arthropoda.
Arthropoda merupakan hewan triplobastik selomata. Selain kakinya beruas-ruas, tubuhnya pun beruas-ruas. Di samping itu, tubuh Arthropoda juga mempunyai rangka luar (eksoskeleton) yang terbuat dari bahan kitin. Kerangka luar ini bersendi dan berfungsi menutupi dan melindungi alat-alat dalam serta memberi bentuk tubuh. Arthropoda mempunyai sistem pencernaan yang sudah lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan, usus, dan anus. Pernapasan hewan ini dapat dengan menggunakan insang, trakea, permukaan tubuh, atau dengan menggunakan paru-paru buku.
Arthropoda melakukan reproduksi secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual dilakukan dengan cara  partenogenesis dan  paedogenesis. Partenogenesis adalah peristiwa reproduksi tanpa adanya pembuahan oleh individu jantan, sedangkan  paedogenesis adalah reproduksi yang terjadi pada individu muda (bukan dewasa), misalnya pada larva. Sistem reproduksi hewan ini sudah terpisah. Artinya hewan jantan dan hewan betina terdapat pada individu yang berbeda.

B. PERANAN ARTHROPODA
Berbagai jenis Arthropoda memberikan dan kerugian & kerugian bagi manusia.
*   MENGUNTUNGKAN
     Peran Arthropoda yg menguntungkan manusia misalnya di bidang pangan & sandang, yaitu sebagai berikut :
Ø  Sebagai sumber makanan yang mengandung protein hewani yang tinggi. Misalnya udang windu (Panaeus monodon), Rajungan (Portunus pelagicus), kepiting (Scylla serrata), & udang karang (Panulivus versicolor)
Ø  Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
Ø  Bahan industri kain sutra, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)






*   MERUGIKAN

      Sementara yg merugikan manusia antara lain :

Ø  Vektor perantara penyakit bagi manusia. Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah.

Ø  Lalat Tsetse sebaagai vektor penyakit tidur & lalt rumah sbg vektor penyakit tifus

Ø  Menimbulkan gangguan bagi manusia. Misalnya caplak penyabab kudis, kutu kepala, & kutu busuk.

Ø  Hama tanaman pangan dan industri. Contohnya wereng cokelat dan kumbang tanduk

Ø  Perusak makanan. Contohnya :kutu gabah.

Ø  Perusak produk berbahan baku alam. Contohnya : rayap dan kutu buku.



C.  Klasifikasi

Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 5 kelas, yaitu : Crustaceae, Insecta, Diplopoda, Cilopoda, Archnida.

1.   Crustaceae

Crutaceae adalah suatu kelompok besar dari arthropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yg terdekripsikan, dan biasanya diangga sbg suatu subfilum. Kelompok ini mencakup hewan-hewan yg cukup dikenal seperti lobster, kepiting,udang,udang karang, serta teritip. Mayoritasnya merupakan hewan aquatik hidip di air tawar atau laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Mayoritas dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.

Ciri-ciri Crustacea adalah sebagai berikut :

1)    Tubuh crustaceae bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut).Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit.

2)    Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu :

a)    2 pasang antena.

b)    Satu pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya.

c)    Satu pasang maksila.

d)    Satu pasang maksiliped

3)    Maksila dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut

4)    Alat gerak berupa 5 pasang kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen). Pada Cephalotkhoraks dan berfungsi utuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.

5)    Tiap segmen tubuh ditutupi karapaks.




Sistem organ pada Crustaceae sebagai berikut :

1)    Sistem pencernaan

Makanan Crustaceae berupa bangkai, hewan-hewan kecil dan tumbuhan.alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian interir tubuhnya, sedangkan Esophagus,lambung,usus dan anus terletak pada posterior. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak pada bagian kepala dan dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yg terletak di dalam kepala.

2)    Sistem saraf

Susunan saraf Crustaceae adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.

3)    Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah Crustaceae disebut peredaran darah terbuka.artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tdk mengandung hemoglobin, melainkan hemosiasin yang daya ikatnya terhadap O2  (oksigen) rendah.

4)   Sistem pernafasan

Pada umumnya Crustaceae bernafas dengan insang kecuali Crustaceae yg bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh tubuhnya.

5)   Sistem reproduksi

Alat reproduksi pada umumnya terpisah kecuali pada bberapa Crustaceae rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).

Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis 2 minggu sekali. Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya udang akan memutuskan sebagina pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tsb akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi.



Klasifikasi Crustaceae

          Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustaceae dikelompokkan menjadi sebagai berikut :

a)    Entomostraca (udang tingkat rendah)

Kelompok ini umumnya merupakan penyusunan zooplankton, adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan.

Hewan ini dikelompokkan menjadi 4 ordo, yaitu :

1.    Branchiopoda

Contohnya :Daphnia pulex & Assellus aquaticus

Hewan ini sering disebut kutu air dan merpakan penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.

2.    Ostracoda

Contoh : Cypris candida, Codona suburdana

Hidup di air tawar dan laut sbg plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena

3.    Copecoda

Contohnya : Argulus indicus, Cyclops,

Hidup di air laut dan air tawar & merupakan parasit, segmentasi tubuhnya jelas.

4.    Cirripedia

Contohnya : lepas atau bernakel, Sacculina.

Tubuh dengan kpala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut, melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia ada yg bersifat parasit. Cara hidup cirripedia beraneka ragam, salah satu diantaranya adalah bernakel yg terdapat pada dasar kapal, perahu, dan tiang-tiang yang terpancang di laut.atau mengapung di laut.



b)    Malakostraca (udang tingkat tinggi)

Hewan ini kebanyakn hidup di laut, ada pula yang hidup di air tawar. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada  yang bersatu serta perut (abdomen).

Hewan ini dikelompokkan dalam 3 ordo, yaitu :

1.    Isopoda

          Tubuh pipih, dorsiventral,berkaki sama.

Contohnya :

-     Onicus assellus (kutu perahu)

-     Limnoria lignorum



Keduanya adalah pengerek kayu.



2.    Stomatopoda

          Contoh : Squilla empusa (udang belalang).

Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang, sembah dan mempunyai warna yg mencolok. Belakang kepala memiliki karapaks. Kepala dilangkapi dengan dua segmen anterior yg dapat bergerak, mata dan antena.



3.    Decapoda (Si kaki sepuluh)

          Yg termasuk ordo ini adalah udang & ketam. Hewan ini memiliki 10 kaki dan merupakan kelompok udang yg sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sbg sumber makanan yg kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. Kepala-dada menjadi satu (Cephalothoraks) yg di tutupi oleh karapaksnya. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau 10 kaki sehingga di sebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air tawaar, dan beberapa hidup di laut.




          Beberapa contoh Decapodam berikut uraiannya :

-     Udang

                                       I.        Penacus setiperus (udang windu), hidup di air payau,enak di makan dan banyak dibudidayakan.

                                     II.        Macrobrachium rasenbengi (udang galah), hidup di air tawar,enak di makan dan banyak dibudidayakan.

                                    III.        Cambarus Virillis (udang air tawar)

                                   IV.        Panulirus versicolor (udang karang) hidup di laut dan tdk memiliki kaki catut.

                                    V.        Palaemon carcinus (udang sotong)



-     Ketam

I.     Portunus sexdentatus (kepiting)

II.   Neptunus peligicus (rajungan/pagurus sp.)

III.  Scylla serrata (kepiting)

IV. Birgus latro (ketam kenari)



*     Peranan Crustaceae bagi kehidupan manusia

Jenis Crustaceae yg menguntungkan manusia dalam beberapa hal antara lain :

1.    Sebagai bahan makanan yg berprotein tinggi. Misalnya  udang,lobster, & kepiting.

2.    Dalam bidang ekologi, hewan yg tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan copepoda.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar